Penyakit Tuberkulosis disingkat TB, sering disebut penyakit dengan keluhan bukan batuk biasa. TB, umumnya mengenai jaringan paru-paru, disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang bisa menular melalui penyebaran percikan dahak (droplet infection) di udara bebas.

Fokus penularan terutama berasal dari penderita TB Paru Aktif, dimana hasil pemeriksaan dahak (lendir) positif mengandung kuman bakteri penyebabnya. Namun bila pasien positif ini, segera ditemukan dan diobati, maka risiko penularannya bisa dikurangi. Untuk menemukan kasusnya diperlukan penerapan strategi DOTS terpadu dan penegakan diagnosis yang akurat.

Kasus TB bukan hanya menyangkut kelainan di dalam organ paru, tetapi bisa juga mengenai jaringan tubuh lainnya, seperti: kulit, tulang, kelenjar, usus. otak dan saraf. Menurut standar penegakan diagnosis TB, ditetapkan beberapa keluhan gejala dan tanda, hasil pemeriksaan klinis kasus TB, baik pada orang dewasa, anak-anak, maupun bila terjadi di luar jaringan paru.

1. Diagnosis Tuberkulosis Paru Pada Orang Dewasa :

a. Keluhan : batuk berdahak, berlendir, disertai darah, selama lebih dari 3 minggu berturut-turut, sesak nafas, nyeri dada, badan lemah, berat badan turun, berkeringat malam, demam meriang lebih dari sebulan.

b. Penunjang : Hasil pemeriksaan dahak SPS (sewaktu, pagi, sewaktu) menunjukkan nilai positif, minimal terhadap dua spesimen dahak.

2. Diagnosis Tuberkulosis Paru Pada Anak-anak :

a. Keluhan : Batuk selama lebih dari 4 minggu, ada riwayat terpapar atau kontak dengan penderita TB, berat badan menurun, demam berulang tanpa sebab jelas, pembesaran kelenjar limfe di leher, ketiak, lipatan paha.

b. Penunjang : Uji sensitivitas tuberkulin positif atau hasil pemeriksaan radiologis (Rontgen) menunjukkan gambaran spesifik tuberkulosis.

3. Diagnosis Tuberkulosis Ekstra Paru :

a. Sesuai organ yang terkena, bisa terjadi pembengkakan kulit, pembesaran kelenjar, pengeroposan tulang, peradangan usus, dan lain-lainnya.

b. Hasil pemeriksaan biopsi jaringan, ditemukan basil tahan asam (BTA) positif TB.

Melalui penegakan diagnosis yang tepat, diharapkan bisa menanggulangi kasus TB, yang masih merebak di tengah masyarakat. Program nasional penanggulangan TB melalui strategi DOTS, maupun dukungan Global Fund, telah melakukan sosialisasi TB dan pelatihan dokter maupun paramedis untuk melakukan pelacakan serta penegakan kasus TB secara akurat.

Semoga bisa ditindaklanjuti untuk mengurangi risiko penularan kasus TB di masyarakat.