Surveilans malaria adalah kegiatan yang terus menerus, teratur dan sistematis dalam pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi data malaria untuk menghasilkan informasi yang akurat yang dapat disebarluaskan dan digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan tindakan penanggulangan yang cepat dan tepat sesuai kondisi setempat.
1. TUJUAN dari Survailans kasus Malaria, antara lain :
  • Menghasilkan informasi yang cepat dan akurat yang dapat disebarluaskan dan digunakan sebagai dasar penanggulangan malaria yang cepat dan tepat, untuk menyusun perencanaan yang sesuai dengan permasalahannya.
  • Mendapatkan gambaran distribusi penyakit malaria menurut orang, tempat , waktu.
  • Mendapatkan trend penyakit malaria dari waktu ke waktu.
  • Melakukan pengamatan dini (SKD) malaria dalam rangka mencegah KLB malaria, dan melakukan penanggulangan KLB malaria secara dini.
2. SASARAN dalam melakukan survailans kasus Malaria, meliputi :
  • Data tersangka malaria penderita malaria (klinis) dan positif malaria, populasi dan wilayah yang terkena resiko malaria (sumber dan wilayah penularan)
  • Waktu atau periode penularan

3. JENIS KEGIATAN yang dilakukan dalam survailans kasus malaria tersebut, yakni :

  • Upaya pemberantasan malaria yang tepat dan cepat yang berpedoman pada fakta
  • Pengamatan Terus Menerus : Kasus penyakit malaria (kasus positif bayi, indigenus, kasus klinis malaria), Kematian karena atau diduga malaria, Jentik di TPN potensial (bulanan), Vektor (nyamuk dewasa).
  • Pengamatan secara periodik :Vektor secara longitudinal/spot, Perilaku masyarakat (migrasi, pola pekerjaan).
  • Pengamatan sewaktu : Curah hujan.
  • Analisis hasil pengamatan.

Pengumpulan, pengolahan, interpretasi data malaria dilakukan pada semua tingkat administratif. Untuk meningkatkan kemitraan dalam jaringan informasi malaria diantara sektor-sektor terkait. Jadi upaya pemberantasan malaria yang tepat dan cepat yang berpedoman pada “evidence base” (berbasiskan fakta)

(dirangkum dari materi Pelatihan Survailans bagi petugas programer Malaria, di Kendari, 30-31 Agustus 2010)