4 MACAM SISTEM RUJUKAN UPAYA KESEHATAN
Salah satu bentuk pelaksanaan dan pengembangan upaya kesehatan dalam Sistem kesehatan Nasional (SKN) adalah rujukan upaya kesehatan. Untuk mendapatkan mutu pelayanan yang lebih terjamin, berhasil guna (efektif) dan berdaya guna (efesien), perlu adanya jenjang pembagian tugas diantara unit-unit pelayanan kesehatan melalui suatu tatanan sistem rujukan. Dalam pengertiannya, sistem rujukan upaya kesehatan adalah suatu tatanan kesehatan yang memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab secara timbal balik atas timbulnya masalah dari suatu kasus atau masalah kesehatan masyarakat, baik secara vertikal maupun horizontal, kepada yang berwenang dan dilakukan secara rasional.
Menurut tata hubungannya, sistem rujukan terdiri dari : rujukan internal dan rujukan eksternal.
- Rujukan Internal adalah rujukan horizontal yang terjadi antar unit pelayanan di dalam institusi tersebut. Misalnya dari jejaring puskesmas (puskesmas pembantu) ke puskesmas induk
- Rujukan Eksternal adalah rujukan yang terjadi antar unit-unit dalam jenjang pelayanan kesehatan, baik horizontal (dari puskesmas rawat jalan ke puskesmas rawat inap) maupun vertikal (dari puskesmas ke rumah sakit umum daerah).
Menurut lingkup pelayanannya, sistem rujukan terdiri dari : rujukan Medik dan rujukan Kesehatan.
- Rujukan Medik adalah rujukan pelayanan yang terutama meliputi upaya penyembuhan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif). Misalnya, merujuk pasien puskesmas dengan penyakit kronis (jantung koroner, hipertensi, diabetes mellitus) ke rumah sakit umum daerah.
- Rujukan Kesehatan adalah rujukan pelayanan yang umumnya berkaitan dengan upaya peningkatan promosi kesehatan (promotif) dan pencegahan (preventif). Contohnya, merujuk pasien dengan masalah gizi ke klinik konsultasi gizi (pojok gizi puskesmas), atau pasien dengan masalah kesehatan kerja ke klinik sanitasi puskesmas (pos Unit Kesehatan Kerja).
Demikianlah sepintas ulasan beberapa jenis sistem rujukan pelayanan kesehatan, khususnya yang sering dilakukan dalam pelayanan puskesmas. Informasi tentang upaya rujukan ini dikutip dari berbagai sumber referensi pelayanan kesehatan masyarakat dan dikolaborasikan dengan sedikit pengalaman pengabdian saya saat bertugas keliling puskesmas. Mudah-mudahan memberikan pemahaman yang bermanfaat.

Sistem rujukan ini sangat penting, utamanya sebagai hierarki pelayanan kesehatan, apa jadinya klo setiap orang langsung berobat ke rumah sakit, mungkin RS akan sangat kewalahan . . .
.-= yudhi ne´s last blog ..Bell’s Palsy, segera tangani . . . =-.
@yudhi ne: semestinya memang sistem rujukan tersebut harus dilakukan secara berjenjang dari unit pelayanan kesehatan terkecil di puskesmas.
Ooo, ternyata merujuk pasien itu ada bermacam-macam prosedurnya ya. Saya kira cuma didasari alasan fasilitas yang kurang memadai trus memberikan rujukan kepada rumah sakit yang berfasilitas lebih lengkap.
@Agung Pushandaka: demikianlah seharusnya mekanisme rujukan itu harus dijalankan untuk menertibkan pelayanan kesehatan. Terimakasih sudah berkunjung kesini..
AT REKAN SEMUA, YANG TERTARIK DAN MEMILIKI JIWA ENTERPRNEURSHIP SILAHKAN KONTAK KAMI DI http://kumpulan-askep.com
[...] secara menyeluruh yang penyelenggaraannya terintegrasi secara lintas program dan lintas sektoral. Rujukan upaya kesehatan gigi dan mulut (gimul), dilaksanakan melalui pelayanan medik gigi dasar sampai [...]
teruslah berkarya bro demi kemajuan dan pencapaian masyarakat indonesia sehat
ilmukeperawatan recently posted..Ilmukeperawatan
mantttttttttaaaaaaaaaaaaappp…..trus berkarya dalam dunia kesehatan
baguss
rujukan yang saya ketahui hanya bersifat kepercaayaan antar sesama tim medis dengan yang lainnya. ternyata ada bagian -bagiannya, mungkin ada yang bersifat rehabilitatif masuk yang keterapian fisik contoh fisioterapi bagaimana ya rujukannya?