Waspadai DBDBERBAGAI MEDIA MASSA lokal  maupun nasional, pada beberapa pekan ini, memberitakan tentang merebaknya kasus dugaan Demam Berdarah Dengue (DBD), ketika mulai memasuki peralihan musim pancaroba, dari kemarau ke musim hujan. Timbulnya kasus DBD yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue, tergantung dari daya tahan tubuh penderita dan faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi tingkat virulensi virus. Infeksi virus dengue dapat menyebabkan kondisi yang bervariasi mulai dari tanpa gejala (asimtomatik), demam ringan yang tidak spesifik (undifferentiated febrile illness), Demam Dengue (DD), Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Sindrom Syok Dengue (SSD). Berikut kriteria diagnosisnya dari gejala klinis, penunjang laboratoris, serologis, radiologis, diferensialis.

1. DIAGNOSIS KLINIS

a. Kasus DBD :

  • Demam Tinggi mendadak, tanpa sebab yang jelas, berlangsung terus-menerus, selama 2-7 hari
  • Manifestasi Perdarahan : uji Tourniquet positif, petekie, ekimosis atau purpura, perdarahan mukosa, saluran cerna, dan tempat bekas suntikan, hematemesis/melena

b. Kasus SSD : kasus DBD ditambah gangguan sirkulasi yang ditandai dengan : nadi cepat, lemah, perfusi perifer menurun, hipotensi, kulit dingin-lembab, keadaan pasien gelisah

2. DIAGNOSIS LABORATORIS

  • Trombositopenia : penurunan jumlah trombosit (kurang dari 100.000/ul). Pemeriksaan trombosit perlu diulang sampai terbukti jumlah trombosit dalam batas normal atau menurun
  • Hemokonsentrasi : peningkatan kadar hematokrit lebih dari 20%, mencerminkan peningkatan permeabilitas kapiler dan perembesan plasma darah.

3. DIAGNOSIS SEROLOGIS

  • Ada beberapa jenis uji serologi yang dipakai untuk menentukan adanya infeksi virus dengue, misalnya: uji hemaglutinasi inhibisi (Haemagglutination Inhibition Test), uji komplemen fiksasi (Complement Fixation Test), uji neutralisasi (Neutralization test), IgM Elisa, IgG Elisa.
  • Hasil Tes Serologis diintepretasikan dengan melihat kenaikan titer antibodi fase konvalesen terhadap titer antibodi fase akut (naik 4 kali lipat atau lebih)

4. DIAGNOSIS RADIOLOGIS

  • Pada foto thoraks (rontgen dada) terhadap kasus DBD derajat III/IV dan sebagian besar derajat II, didapatkan efusi pleura, terutama di sebelah hemitoraks kanan.
  • Asites dan efusi pleura dapat dideteksi dengan pemeriksaan Ultra Sonografi (USG)

5. DIAGNOSIS DIFERENSIALIS

  • Diagnosis banding mencakup infeksi bakteri, virus atau infeksi parasit seperti : demam tifoid, campak, influenza, hepatitis, demam chikungunya, leptospirosis dan malaria.

BEBERAPA KRITERIA DIAGNOSIS tersebut akan sangat menentukan bagaimana penanganan yang akurat terhadap kasus dugaan Demam Berdarah Dengue, dengan tetap memperhatikan kemungkinan diagnosis banding (differential diagnosis) penyakit lainnya yang menyerupai demam berdarah.

(Sumber: dirangkum dari buku Tatalaksana DBD di Indonesia, Depkes RI, Dirjen P2MPL, 2004, hal. 10-19)