Bintang Strategi KomunikasiSalah satu strategi pemberantasan penyakit, yang perlu dikembangkan dalam menggalang peran serta masyarakat adalah berupa metode Communication for Behaviour Impact (COMBI) atau komunikasi untuk perubahan perilaku. Karena masalah perubahan perilaku ini sangat kompleks untuk ditindaklanjuti. Menurut materi pelatihan COMBI yang pernah diikuti, ada 5 (lima) strategi khusus yang disebut komunikasi bintang, bisa diterapkan dalam mengantisipasi berbagai masalah kesehatan, khususnya kasus DBD atau penyakit menular lainnya, yang harus diantisipasi kemungkinan akan merebaknya kasus tersebut.

1. MOBILISASI ADMINISTRASI DAN HUBUNGAN MASYARAKAT (ADVOKASI)

  • Merencanakan, melaksanakan Observasi Partisipatif dengan memanfaatkan data sekunder, kemudian menganalisisnya (akan dipakai sebagai bahan Sosialisasi dan Advokasi)
  • Menyelenggarakan pertemuan-pertemuan koordinasi dan Pertemuan Orientasi Tim Dinamis,
  • Sosialisasi dan Advokasi untuk Menyusun “Draft awal” Rancangan Rencana Aksi
  • Menyusun Jadwal Advokasi Tingkat Desa/Kecamatan/Kabupaten/Kota

2. MOBILISASI MASYARAKAT (COMMUNITY SOCIALIZATION)

  • Antisipasi keadaan Kritis: Setiap kesempatan, dimana masyarakat berkumpul seperti: Rembug/Sarasehan Desa/Arisan/Pengajian, penggunaan media massa seperti talk-show, media tradisional, dengan dukungan media yang adekuat pada tingkat Desa/Kecamatan /Kabupaten/Kota, sesuai dengan informasi hasil Observasi Partisipatif.
  • Memasuki Rencana Tindak Lanjut, dimulai dengan “Survey Mawas Diri (SMD) dan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) dengan berbagai kalangan tokoh masyarakat

3. SOSIALISASI DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA MASSA (ADVERTENSI)

  • Penyebar luasan/gaung informasi melalui Siaran Radio Swasta Niaga lokal maupun via stasiun TV lokal, Surat Kabar Lokal : Lomba penulisan artikel promosi kesehatan oleh wartawan lokal,
  • Pemasangan Umbul-umbul; Spanduk atau Banner dan Poster informasi kesehatan

4. KOMUNIKASI PERSEORANGAN (PERSONAL COMMUNICATION)

  • Kunjungan oleh Jumantik, tenaga sukarela, dokter kecil, Palang Merah Remaja, Pramuka Saka Bakti Husada, Karang taruna, kader, PKK, untuk melaksanakan Surveilens Berbasis Masyarakat guna mengingatkan pesan-pesan kesehatan.
  • Penyuluhan kesehatan keliling dengan mobil puskel (puskesmas keliling), pesan kesehatan harus disebarluaskan mengelilingi desa, Kecamatan, Kabupaten/kota

5. PENYEDIAAN SENTRA PELAYANAN PROMOSI KESEHATAN (PROMOTION CENTER)

  • Menyediakan pelayanan informasi yang spesifik pesan-pesannya, sesuai dengan  tujuan perilaku yang spesifik ditemukan di wilayah Kabupaten/Kota
  • Menyediakan pelayanan konsultasi dan penanggulangan kasus
  • Menyediakan pelayanan pelatihan untuk Jumantik (Juru Pemantauan Jentik)

Strategi apapun yang akan diterapkan, sudah sepatutnya memperhatikan keterlibatan aktif dan peran serta masyarakat khususnya dalam penanggulangan masalah kesehatan masyarakat.

(Sumber : diringkas dari materi Pelatihan Communication for Behaviour Impact (COMBI) DBD, Depkes RI)