PADA tanggal 20 Agustus 2010 yang lalu, Dinas Kesehatan Kota Kendari, bidang Penanggulangan Penyakit dan Pengendalian Lingkungan (P2PL), melaksanakan pertemuan sosialisasi Case Base Measles Surveilans (CBMS). Pertemuan ini diikuti oleh 24 petugas surveilans dan petugas laboratorium puskesmas se-Kota Kendari.

Dari rangkumannya terdapat lima tujuan pokok sosialisasi pelaksanaan CBMS, yakni :

1. Terlaksananya pengumpulan data campak dan mengetahui gambaran epidemiologinya yang meliputi : waktu, tempat, kejadian, umur, dan status imunisasi, di setiap unit pelayanan kesehatan, puskesmas dan rumah sakit.

2. Terlaksananya analisis data campak dan faktor-faktor risiko yang menjadi pencetusnya, di setiap tingkat unit pelayanan administrasi kesehatan

3. Terlaksananya penyelidikan epidemiologi setiap KLB (kejadian luar biasa) campak dan sesegera mungkin melakukan konfirmasi laboratorium.

4. Terlaksananya case base surveilans (surveilans berbasis kasus) secara bertahap

5. Terwujudnya pengambilan keputusan dengan menggunakan data surveilans

Dengan terlaksananya sosialisasi CBMS ini, diharapkan petugas puskesmas, segera melaporkan kasusnya, jika ada kasus campak dalam waktu 1 x 24 jam. Laporan penyakit campak ini harus segera dibuatkan dalam format laporan mingguan (W2). Setiap menemukan kasus campak secara klinis harus ditunjang dengan pemeriksaan laboratorium dan kerjasama dengan petugas laboratorium masing-masing puskesmas.

(diolah dari laporan hasil pertemuan CBMS petugas Puskesmas Perumnas)