5 Upaya Dasar Progam Kesehatan Lingkungan
Beberapa minggu yang lalu ada pertanyaan pengunjung, namanya Tia, seorang sanitarian (petugas sanitasi), dalam artikel tentang penerapan surveilens terpadu puskesmas.
“Tolong dong info tentang penyuluhan kesehatan lingkungannya baik di puskesmas maupun yang lainnya berhubung saya baru gabung nih,” demikian masukan dari petugas sanitasi ini.
Untuk itulah, melalui kesempatan ini, kami paparkan secara singkat upaya apa saja yang dilakukan dalam pelaksanaan program kesehatan lingkungan (kesling) di PusKesMas.
Ada 5 (lima) upaya dasar kesehatan lingkungan yang sering dan penting dilakukan yakni :
1. Penyehatan Sumber Air Bersih (SAB)
Kegiatan upaya penyehatan air meliputi : Surveilans kualitas air, Inspeksi Sanitasi Sarana Air Bersih, Pemeriksaan kualitas air, Pembinaan kelompok pemakai air.
2. Penyehatan Lingkungan Pemukiman (Pemeriksaan Rumah)
Sarana sanitasi dasar yang dipantau, meliputi jamban keluarga (Jaga), saluran pembuangan air limbah (SPAL), dan tempat pengelolaan sampah (TPS)
3. Penyehatan Tempat-tempat Umum (TTU)
Penyehatan Tempat-Tempat Umum meliputi hotel dan tempat penginapan lain, pasar, kolam renang dan pemandian umum lain, sarana ibadah, sarana angkutan umum, salon kecantikan, bar dan tempat hiburan lainnya. Dilakukan upaya pembinaan institusi Rumah Sakit dan sarana kesehatan lain, sarana pendidikan, dan perkantoran.
4. Penyehatan Tempat Pengelola Makanan (TPM)
Secara umum penyehatan TPM bertujuan untuk melakukan pembinaan teknis dan pengawasan terhadap tempat penyehatan makanan dan minuman, kesiap-siagaan dan penanggulangan KLB keracunan, kewaspadaan dini serta penyakit bawaan makanan.
5. Pemeriksaan Jentik Nyamuk
Bersama kader juru pengamatan jentik (jumantik), petugas sanitasi puskesmas, melakukan pemeriksaan terhadap tempat-tempat yang mungkin menjadi perindukan nyamuk dan tumbuhnya jentik. Kemudian dihitung, berapa rumah penduduk yang mengalami bebas jentik.
Demikian penjelasan kami tentang upaya kesehatan lingkungan, yang dirangkum dari berbagai sumber. Semoga saudari penanya dan pengunjung bisa memahaminya.

Kalau di tempat Bli Putu kira-kira masih banyak tidak ya KK yang masih belum punya jamban keluarga, itu mengingatkan saya dulu hidup di desa saat masih kecil, tapi sekarang sepertinya hampir setiap rumah ada jambannya kalau sudah bukan daerah terpencil.
.-= Cahya´s last blog ..Music of the Night =-.
Hampir 30-40% belum punya Jaga memenuhi syarat kesehatan, mungkin hal ini karena pengaruh mobilitas penduduk perkotaan yang sulit dikendalikan.
Sangat jarang lima point itu dilaksanakan ditempat kami…trims informsinya, siapa tahu sebagai bahan masukan dalam rapat-rapat di desa
.-= budiarnaya´s last blog ..Pengendalian diri =-.
Benar Bli, bisa dijadikan masukan dan evaluasi rapat desa atau pertemuan lintas sektoral lainnya.
[...] Menindaklanjuti himbauan Menteri Kesehatan R.I pada Pertemuan Rapat Koordinasi dengan para Kepala Dinas Kesehatan Provinsi se–Indonesia di Jakarta, yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara melalui surat No. 443.4/423 berkaitan dengan kewaspadaan terhadap kasus penyakit berbasis lingkungan. [...]
bener2 dasar pemikiran yach!!! tapi kalau mau mewujudkan kesehatn masyarakat itu harus mulai dari merubah mind-setnya masyarakat itu sendiri!!! soalnya bagaimanapun kerasnya upaya yang kita lakukas tapi kalau minsetnya masyarakat tidak nyambung susah juga toch!!! visit me http://ehsablog.com/
arif recently posted..Kekuatan Ekonomi di Dunia
TOLONG DONG! INFO PROGRAM SANITARIAN DI PUSKESMAS APA AJA SIH KEGIATAN2X…DAN JUGA MODEL QUISIONERNYA GIMANA YA? TRIMAKSIH SEBELUMNYA
Bisa ngak kt berbagi informasi kegiatan antar Puskes?
Kami bekerja d Puskesmas Barambai Kab. Batola Kalimantan Selatan
butuh profil2 kesehatan nih….kasus2 apa saja yang paling banyak terdaftar di puskesmas
ehsablog recently posted..10 Strategi SEO Dengan Menggunakan Facebook