7 Gambaran Profil Singkat Puskesmas Lepo-lepo
Puskesmas Lepo-Lepo merupakan Puskesmas Perawatan dengan jumlah tempat tidur sebanyak 10 buah. Berlokasi di Jl. Christina M. Tiahahu, Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Telpon (0401) 395398.
Pada tahun 2007 dilakukan rehabilitasi fisik untuk peningkatan pelayanannya menjadi rawat inap penuh (khususnya rawat inap umum). Berikut tujuh gambaran profil singkatnya, dari laporan tahunan 2009, atas seijin Kepala Puskesmas Lepo-lepo, dr. Dewi W.B.
1. Visi : Menjadi Puskesmas Andalan bagi masyarakat menuju Kota Kendari Sehat, 2015
2. Misi :
- Menyelenggarakan pelayanan kesehatan berkualitas yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat khususnya dalam wilayah Kecamatan Baruga dan Kota Kendari
- Menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan kesehatan.
- Memberdayakan potensi keluarga dan masyarakat untuk mampu berperan aktif dalam upaya mewujudkan keluarga sehat mandiri.
- Memelihatan dan meningkatkan derajat kesehatan dengan memberdayakan individu, keluarga dan masyarakat melalui program Kelurahan Siaga.
- Menggalang kemitraan dengan seluruh potensi masyarakat dalam wilayah kerja Puskesmas dalam rangka mendukung Kota Kendari Sehat pada tahun 2015.
- Menerapkan transparansi dan akuntalibitas internal organisasi Puskesmas dan eksternal dengan organisasi lainnya baik secara vertikal maupun horisontal.
3. Motto :
CEMPAKA (Cepat, Empati, Mutu, Peduli, Aman, Keterbukaan dan Akuntabilitas)
4. Situasi Geografis :
Wilayah kerja terdiri dari 4 kelurahan ( Lepo-Lepo, Wundudopi, Baruga, Watubangga) yang merupakan wilayah administratif Kecamatan Baruga. Luas wilayah kerja : 13.130 Ha. Keadaan Alam, 80 % dataran dan 20 % Perbukitan. Prasarana Transportasi : 60 % jalan aspal dan 40 % jalan berbatu dan tanah.
5. Kondisi Demografis
Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Lepo-lepo pada tahun 2009, sebanyak 13.247 jiwa yang terhimpun dalam 3.343 KK (Kepala Keluarga). Jumlah keluarga miskin yang bedomisili di Kecamatan Baruga, sebanyak 6.025 jiwa (45 % jumlah penduduk) yang terhimpun dalam 1.510 KK.
6. Tenaga Kesehatan
Pegawai yang bestatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 66 orang, tenaga honorer sebanyak 3 orang, dan tenaga sukarela sebanyak 46 orang yang didominasi oleh tenaga keperawatan yaitu sebanyak 25 orang. Tenaga keperawatan dan kebidanan yang berstatus sukarela sebagian besar ditempatkan pada pelayanan Unit Gawat Darurat, unit Rawat Inap umum dan Rawat Inap Kebidanan.
a. Sarana Kesehatan Pemerintah :
- Puskesmas Induk: 1 unit, merupakan Puskesmas Perawatan (menyelenggarakan rawat jalan, rawat inap umum dan kebidananan serta Unit Gawat Darurat 24 jam), berlokasi di Kelurahan Lepo-Lepo.
- Puskesmas Pembantu: 2 unit, terletak di Kelurahan Watubangga dan Baruga
- Poskeskel: 2 unit, berlokasi di Kelurahan Baruga dan Kelurahan Watubangga.
b. Sarana Kesehatan Swasta
- Rumah Bersalin: 2 Unit, berlokasi di Kelurahan Wundudopi dan Baruga.
- Paktek dokter berkelompok : 1 Unit, berlokasi di Kelurahan Wundudopi.
- Praktek dokter perorangan : 2 unit, di kelurahan Lepo-lepo.
c. Sarana Kesehatan bersumber Daya Masyarakat :
- Posyandu : 18 unit, berlokasi di Kelurahan Lepo-Lepo 4 unit, di Kelurahan Baruga 4 unit, di Kelurahan Watubangga 6 unit dan di Kelurahan Wundudopi 4 unit.
- Pos Lansia : 3 unit, berlokasi di Kelurahan Lepo-Lepo 1 unit, di Kelurahan Baruga 1 unit dan di Kelurahan Watubangga 1 unit.



Sebuah Puskesmas yang mantap Bli, salut dan sukses selalu, dan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaany
“tenaga sukarela sebanyak 46 orang..”, kok banyak sekali ya sob? Bener sukarela? apa dibayar pake dana keuntungan Puskesmas atau Swadaya lainnya?? Kasian juga ya sob.. Ayo naikkan taraf hidup Tenaga Kesehatan Indonesia..

kedai obat recently posted..Lintas Berita Efektif Naikkan Jumlah Pengunjung Blog
@budiarnaya: Makasi Bli, semoga para petugas puskesmas dapat bertugas sesuai harapannya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
@kedai obat: tenaga sukarela itu tidak ada gajinya, makanya kami setuju harus ada upaya khusus meningkatkan taraf hidup nakes (tenaga kesehatan) karena risiko dan tanggung jawabnya 24 jam, sementara tuntutan kebutuhan hidup mereka sangat tinggi.