Melalui Program Perencanaan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dengan stiker yang ditempel di rumah ibu hamil, maka ibu hamil akan tercatat, terdata dan terpantau secara tepat. Karena stiker P4K berisi data tentang: nama ibu hamil, taksiran persalinan, penolong persalinan, tempat persalinan, transport yang digunakan dan calon donor darah.

Pemantauan terhadap pelaksanaan pemasangan stiker P4K menjadi bagian penting dalam pelayanan KIA, dengan memperhatikan beberapa indikator pokok.

Dengan adanya data dalam stiker, suami, keluarga, kader, dukun, bersama bidan di desa dapat memantau secara intensif keadaan perkembangan kesehatan ibu hamil. Minimal ada 7 (tujuh) indikator penting yang perlu diperhatikan, yakni:

1. Persentase desa yang melaksanakan P4K dengan stiker

2. Persentase ibu hamil mendapatkan stiker

3. Persentase ibu hamil berstiker mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar

4. Persentase ibu hamil berstiker bersalin di tenaga kesehatan

5. Persentase ibu hamil (bumil), bersalin (bulin), dan nifas (bufas) berstiker yang mengalami komplikasi tertangani.

6. Persentase menggunakan KB pasca bersalin

7. Persentase ibu bersalin di tenaga kesehatan (nakes) yang mendapatkan pelayanan nifas.

Diharapkan dengan pelaksanaan P4K dengan Stiker ini dapat dipantau secara intensif kondisi ibu hamil agar dapat menjalani proses persalinan dengan aman dan selamat, serta melahirkan bayi yang sehat, sehingga berkontribusi dalam penurunan kematian ibu dan bayi di Indonesia.

(dirangkum dari Pedoman Praktis P4K dengan Stiker, sebagai upaya percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu (PPAKI), Depkes, RI, 2008)