CAPAIAN 2 JENIS KUNJUNGAN RAWAT JALAN PUSKESMAS PERUMNAS
Berdasarkan data Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) Puskesmas Perumnas Kota Kendari, periode Januari-Juni 2009, khususnya tentang capaian pelayanan pada ruangan kartu atau loket puskesmas, didapatkan hasil rekapitulasi, sebagai berikut :
1. CAPAIAN JENIS KUNJUNGAN KARTU RAWAT JALAN :
- ASKES : 3087 (35%)
- Sampai Juni 2009, sekitar 35 % kunjungan rawat jalan dari peserta asuransi kesehatan (Askes) pegawai negeri sipil (PNS)
- GAKIN : 2366 (27%)
- Kunjungan rawat jalan dari keluarga miskin (gakin) sebanyak 27 % ini, biasanya menggunakan bukti kartu Jamkesmas, atau surat keterangan miskin dari kelurahan setempat, diketahui camat di wilayah kerja Puskesmas
- GRATIS : 3373 (38%)
- Kunjungan gratis sejumlah 38 %, program pembebasan biaya bagi masyarakat Kota Kendari, dengan menunjukkan kartu tanda penduduk di wilayah kerja Puskesmas.


2. CAPAIAN JENIS KUNJUNGAN PASIEN RAWAT JALAN :
- KUNJUNGAN BARU : 6328 (43 %)
- Sebesar 43 % kunjungan pasien baru, berasal dari masyarakat yang berkunjung dan belum pernah terdata sebelumnya untuk keperluan datang berobat, mencari surat keterangan sehat, dan surat keterangan rujukan
- KUNJUNGAN LAMA : 8271 (57%)
- Sebanyak 57 % kunjungan pasien lama, berasal dari masyarakat baik dalam ataupun luar wilayah kerja Puskesmas, yang berkunjung dan sudah pernah terdata sebelumnya untuk keperluan datang berobat, mencari surat keterangan sehat, dan surat keterangan rujukan.

Kesimpulan : kunjungan rawat jalan di Puskesmas Perumnas Kota Kendari, periode Januari-Juni 2009, sejumlah 38 % Gratis, 35 % Askes, 27 % Gakin, sebanyak 57 % kunjungan lama, 43 % kunjungan baru.
Pada kesempatan berikutnya akan dipaparkan hasil capaian kegiatan pelayanan program Puskesmas Perumnas sesuai data rekapitulasi SP2TP.

[...] dipandang mata. Tampilan halaman puskesmas yang menawan akan menambah nilai plus (positif) bagi kunjungan pasien atau pengunjung. Agar menjadikan halaman puskesmas tampak asri, memerlukan kepedulian untuk [...]
kenapa masih ada kata paramedis apa lebih baik kata petugas kesehatan lain