Arsip Kategori : ADVOKATIF

KEBIJAKAN OPERASIONAL PROGRAM JAMINAN PELAYANAN KB PRIA

PADA hari Senin, 30 November 2009, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara, menyelenggarakan pertemuan pembahasan pencapaian pelayanan program Keluarga Berencana (KB) khususnya pada pria. Peserta pertemuan berasal dari para kepala puskesmas, bidan desa dan petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) di wilayah Kota Kendari.

Berikut ringkasan materi pertemuan yang telah dipaparkan oleh Kepala Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi, Provinsi Sulawesi Tenggara.

A. JAMINAN PELAYANAN :

  1. Ketersediaan Alat Kontrasepsi : mewujudkan kondisi agar setiap PUS (pasangan usia subur) dapat dengan mudah dan menggunakan alat kontasepsi sesuai dengan pilihannya kapanpun dibutuhkan.
  2. Pelayanan KB : meningkatkan akses terhadap pelayanan KB yang bermutu.

B. PROGRAM POKOK :

Untuk mencapai tujuan tersebut, tujuan pembangunan KB diselenggarakan melalui empat program pokok yakni :

  1. Program Kesehatan Reproduksi Remaja
  2. Program Keluarga Berencana
  3. Program Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga
  4. Program Penguatan Kelembagaan

C. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA CAKUPAN KB PRIA :

  1. Kondisi lingkungan sosial budaya masyarakat dan keluarga yang menganggap partisipasi pria belum penting.
  2. Pengetahuan dan kesadaran pria dan keluarga dalam KB rendah.
  3. Keterbatasan penerimaan keterjangkuan pelayanan alat kontrasepsi (alkon) pada pria
  4. Persepsi masalah tanggung jawab KB adalah urusan isteri/perempuan

D. KEBIJAKAN PROGRAM :

  1. Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB lewat jalur pemerintah dan swasta
  2. Meningkatkan promosi dan pelayanan kontrasepsi mantap (kontap) pria atau kondom
  3. Penajaman sasaran pelayanan KB : pasangan usia subur (PUS), peserta aktif pria (PAR), penundaan kehamilan bagi pengantin baru
  4. Penundaan usia kawin muda

(disadur dari Materi pertemuan cakupan program KB, BKKBN Prov. Sultra, 30 November 2009)

LOKAKARYA PEMBELAJARAN TINDAK LANJUT ADVOKASI JAMKESDA

MENURUT pemantauan yang dilakukan YPSHK menunjukkan bahwa Pemkot Kendari mempunyai ketertarikan atas usulan kebijakan ranperda tentang jamkesda (jaminan kesehatan daerah). Perkembangan tersebut menunjukkan adanya peluang yang cukup terbuka untuk mewujudkan Jamkesda di Kota Kendari. Selain peluang yang ada, terdapat juga beberapa issu pokok yang perlu mendapatkan perhatian bagi pengembangan jaminan kesehatan daerah tersebut.

Hal itu terutama menyangkut, beberapa masalah yang dihadapi saat ini seperti :

1) Pilihan model lembaga pengelola Jamkesda apakah diserahkan kepada perusahaan yang ada atau dikelola langsung melalui UPT (unit pelaksana teknis) atau Badan Layanan Unit Daerah (BLUD).

2) Skema pembiayaan yang harus dipaparkan secara rinci, transparan dan akuntabel.

3) Cakupan kepesertaan, apakah hanya ditujukan bagi keluarga miskin yang tidak tercakup dalam Jamkesmas dan Bahteramas, secara bertahap

4) Cakupan pelayanan di PPK (pelaksana pelayanan kesehatan) dan bagaimana mekanisme pengelolaannya.

BERDASARKAN pijakan masalah inilah YPSHK menyelenggarakan lokakarya sehari tentang mekanisme pembelajaran dan tindak lanjut advokasi sistem Jaminan Kesehatan Daerah, yang dihadiri oleh para wakil eksekutif, legislatif, perguruan tinggi, petugas kesehatan dan masyarakat sipil yang selama ini menjadi mitra YPSHK dalam mendorong terwujudnya Jamkesda di Kota Kendari. Kegiatan ini bertujuan untuk mereview capaian dan pembelajaran dari implementasi program, serta mengindentifikasi peluang-peluang yang tersedia termasuk alternatif untuk mewujudkan Jamkesda di Kota Kendari.

Lokakarya sehari tersebut dilaksanakan oleh Yayasan Pengembangan Studi Hukum dan Kebijakan (YPSHK) Sultra bekerjasama dengan Yayasan Prakarsa, Jakarta atas dukungan The Asia Foundation (TAF). Waktu pelaksanaannya pada hari Selasa, 24 November 2009, pukul 08.00 Wita sampai selesai di sebuah hotel berbintang di pusat Kota Kendari. Materi yang disajikan antaralain : Perbandingan pola Jamkesda, temuan riset di berbagai daerah oleh yayasan Prakarsa, Sharing perkembangan inisiatif Pemkot Kendari terkait kebijakan Jamkesda oleh Dinas Kesehatan Kota Kendari, Prosentase perkembangan dan capaian program THP serta usulan pemetaan dalam mewujudkan Jamkesda Kota Kendari oleh YPSHK. Hasil lokakarya ini diharapkan akan dapat merekomendasikan tindak lanjut bersama dalam rangka mewujudkan adanya rancangan Jamkesda di Kota Kendari.

(dikutip dan disadur dari Kerangka Acuan Lokakarya kerjasama YPSHK, Prakarsa, TAF, Kendari, 24 November, 2009)

INSPEKSI KELILING SEKITAR PUSKESMAS KOTA KENDARI

Ambulance Puskel Siap Keliling MelayaniSampai tahun 2009, Pemerintahan Kota Kendari, ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara, melalui Dinas Kesehatan Kota Kendari, menggkoordinir  sejumlah 13 puskesmas sebagai unit pelaksana teknis dinas kesehatan, terdiri dari 9 puskesmas rawat jalan non perawatan, 4 puskesmas rawat inap perawatan umum dan kebidanan.

Berikut ini kami tampailkan sepintas profil singkatnya :

NAMA PUSKESMAS SEJAK TAHUN STATUS PUSKESMAS ALAMAT KEPALA PUSKESMAS
Pusk. Mandonga (skrg. Puuwatu) 1978

2006

Rawat Jalan

Rawat Inap

Kel. Puwatu, Kec. Puuwatu Drg. Fauziah
Pusk. Perumnas 1982 Rawat Jalan Kel. Bende, Kec. Kadia Dr. I Putu Sudayasa, MKes.
Pusk. Lepo-lepo 1982

2005

Rawat Jalan

Rawat Inap

Kel. Baruga, Kec. Baruga Dr. Dewi W.B.
Pusk. Poasia 1990

2002

Rawat Jalan

Rawat Inap

Kel. Rahandouna

Kec. Poasia

Dr. Juriadi Paddo, MKes.
Pusk. Mata 1987 Rawat Jalan Kel.  Kessilampe

Kec. Kendari

Drg. Meyreke Puspita
Pusk. Benu-benua 1997 Rawat Jalan Kel. Punggaloba

Kec. Kendari Barat

Dr. Sukirman, MARS
Pusk. Kemaraya 1998 Rawat Jalan Kel. Kemaraya

Kec. Kendari Barat

Drg. Nining Kristianingsih
Pusk. Labibia 2000 Rawat Jalan Kel. Labibia

Kec. Mandonga

Kamaruddin, SKM
Pusk. Mokoau 2004 Rawat Jalan Kel. Padaleu

Kec. Kambu

Dr. Asriati, MKes.
Pusk. Abeli 2004

2007

Rawat Jalan

Rawat Inap

Kel. Abeli

Kec. Abeli

Safar, S.Sos.
(plksn sementara)
Pusk. Mekar 2005 Rawat Jalan Kel. Kadia,

Kec. Kadia

Drg. Andriaty Porosi
Pusk. Jatiraya 2008 Rawat Jalan Kel. Wawoanggu,

Kec. Kadia

Dr. Nicolas Duma, MKes.
Pusk. Wua-wua 2009 Rawat Jalan Kel. Anaiwoi,

Kec. Wua-wua

Dr. Antoni Manurung

Pada kesempatan lainnya kita akan keliling lebih jauh membahas pofil lengkap masing-masing puskesmas tersebut. Sampai jumpa… Thanks for waiting.