PADA tanggal 01 sampai 02 Desember 2009, pengelola jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) Dinas Kesehatan Kota Kendari, menyelenggarakan pertemuan penggunaan dana Jamkesmas tingkat Puskesmas se- Kota Kendari. Pertemuan ini dihadiri oleh semua kepala puskesmas, bendahara jamkesmas puskesmas dan tim safe guarding Dinas Kesehatan Kota Kendari.
DALAM sambutan pembukaan acara tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, mengingatkan seluruh komponen pelayanan kesehatan di puskesmas maupun dinas, melakukan upaya penertiban administrasi pelayanan dengan optimal. Karena keberhasilan pelayanan kesehatan sangat tergantung dari ketertiban atau disiplin administrasi pelayanan dari saat pencatatan kegiatan, pelaporan hasil dan pengarsipan (dokumentasi) hasil kegiatan. Hal ini harus selalu diupayakan melalui konsultasi teknis dan koordinasi yang terpadu antara pengelola di tingkat puskesmas dan dinas.
HASIL pertemuan itu mengulas capaian realisasi penggunaan dana Jamkesmas setiap puskesmas sampai periode November 2009. Beberapa puskesmas pada dasarnya siap memanfaatkan secara bertanggung jawab dana Jamkesmas tersebut sesuai aturan petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) yang berlaku. Secara teknis telah disepakati, bagaimana merealisasikan dana jamkesmas yang ditansferkan dari pusat secara tertib, tepat dan optimal, dengan menegaskan batas waktu realisasi penggunaan dana dan mempermudah jalur birokrasi yang ada saat ini.
PADA kesempatan sebelumnya telah dipaparkan tentang capaian pelayanan pada ruangan kartu atau loket puskesmas. Berdasarkan data Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) Puskesmas Perumnas Kendari, periode Januari-Juni 2009, khususnya pelayanan rawat jalan di poli umum dan obat di apotek, didapatkan hasil rekapitulasi, sebagai berikut :
1. DIAGNOSIS PENYAKIT
- Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), menduduki urutan tertinggi (33%), disusul penyakit saluran nafas lainnya (17%), penyakit sistem saraf (9%), penyakit usus lainnya (7%), penyakit otot dan radang sendi (5%), penyakit infeksi kulit alergi (4%), diare (4%), hipetensi (4%), kecelakaan (3%), penyakit mata (3%), TBC Paru (2%), Infeksi Kulit (2%), Tonsilitis (2%), gangguan psikotik, asma bronchiale, infeksi telinga tengah (ITT), infeksi saluran kencing (ISK), bronchitis, katarak, penyakit jamur masing-masing 1 %.
- Penyakit saluran nafas lainnya, yang terdiagnosis seperti: pneumonia, pharingitis. Penyakit usus lainnya seperti: gastritis, dyspepsia, tifus abdominal, appendicitis acut.

2. PENGGUNAAN OBAT
- Obat parasetamol digunakan paling banyak (18%), diikuti asam askorbat (15%), gliseril guaikolat (13%), Amoxycillin (12%), thiamin (8%), antasida (8%), Kotrimoksazol (6%), CTM (4%), Ciprofloxacin (3%), Tetrasiklin (3%), ekstrabeladon (2%), captopril (2%), pyroxicam, ibuprofen, kalsium glukonas, diazepam, antalgin, asam mefenamat, griseofulvin, ranitidin masing-masing 1%.
- Golongan obat analgetika yang sering dipakai antaralain : parasetamol, pyroxicam, ibuprofen, antalgin, dan asam mefenamat. Jenis antibiotika yang banyak digunakan antaralain: amoxicillin, kotrimoksazol, ciprofloxacin dan tetrasiklin.

KESIMPULAN : Penyakit ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) terdiagnosis paling banyak (33%), sedangkan obat Parasetamol digunakan paling sering (18%). Prosentase ini berdasarkan perbandingan relatif terhadap kunjungan pasien rawat jalan yang datang ke puskesmas. Paparan ini belum menggambarkan situasi penyakit dan penggunaan obat secara menyeluruh. Perlu penerapan analisis standar diagnosis dan terapi dasar di puskesmas, sehingga bisa diketahui tingkat penggunaan obat yang rasional berdasarkan jenis penyakitnya. (pts)
Berdasarkan data Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) Puskesmas Perumnas Kota Kendari, periode Januari-Juni 2009, khususnya tentang capaian pelayanan pada ruangan kartu atau loket puskesmas, didapatkan hasil rekapitulasi, sebagai berikut :
1. CAPAIAN JENIS KUNJUNGAN KARTU RAWAT JALAN :
- ASKES : 3087 (35%)
- Sampai Juni 2009, sekitar 35 % kunjungan rawat jalan dari peserta asuransi kesehatan (Askes) pegawai negeri sipil (PNS)
- GAKIN : 2366 (27%)
- Kunjungan rawat jalan dari keluarga miskin (gakin) sebanyak 27 % ini, biasanya menggunakan bukti kartu Jamkesmas, atau surat keterangan miskin dari kelurahan setempat, diketahui camat di wilayah kerja Puskesmas
- GRATIS : 3373 (38%)
- Kunjungan gratis sejumlah 38 %, program pembebasan biaya bagi masyarakat Kota Kendari, dengan menunjukkan kartu tanda penduduk di wilayah kerja Puskesmas.


2. CAPAIAN JENIS KUNJUNGAN PASIEN RAWAT JALAN :
- KUNJUNGAN BARU : 6328 (43 %)
- Sebesar 43 % kunjungan pasien baru, berasal dari masyarakat yang berkunjung dan belum pernah terdata sebelumnya untuk keperluan datang berobat, mencari surat keterangan sehat, dan surat keterangan rujukan
- KUNJUNGAN LAMA : 8271 (57%)
- Sebanyak 57 % kunjungan pasien lama, berasal dari masyarakat baik dalam ataupun luar wilayah kerja Puskesmas, yang berkunjung dan sudah pernah terdata sebelumnya untuk keperluan datang berobat, mencari surat keterangan sehat, dan surat keterangan rujukan.

Kesimpulan : kunjungan rawat jalan di Puskesmas Perumnas Kota Kendari, periode Januari-Juni 2009, sejumlah 38 % Gratis, 35 % Askes, 27 % Gakin, sebanyak 57 % kunjungan lama, 43 % kunjungan baru.
Pada kesempatan berikutnya akan dipaparkan hasil capaian kegiatan pelayanan program Puskesmas Perumnas sesuai data rekapitulasi SP2TP.