Arsip Kategori : KURATIF

4 MANFAAT BUDIDAYA TANAMAN OBAT KELUARGA DI PUSKESMAS

Tanaman Halaman PuskesmasTANAMAN obat keluarga, sering disingkat Toga, pada awalnya dimanfaatkan sebagai rempah-rempah bumbu pelengkap masakan tradisional terutama pada kehidupan keluarga di daerah pedesaan. Kini Toga telah dibudidayakan secara khusus sesuai lingkungannya, untuk pilihan pertolongan pertama metoda pengobatan tradisional sebagai salah satu cara terapi alternatif. Budidaya Toga juga dilakukan didaerah perkotaan dengan memanfaatkan halaman disekitar pekarangan rumah masyarakat. Biasanya dikaitkan dengan kegiatan program pokok PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) pada setiap kelompok dasa wisma di lingkungan RT/RW per kelurahan.

TERKAIT dengan cara pengobatan tradisional dengan memanfaatkan tanaman obat keluarga pada setiap halaman rumah tangga masyarakat, sangat tepat juga bisa dikembangkan pada halaman puskesmas. Ada beberapa manfaat bila Toga telah dibudidayakan disekitar halaman puskesmas, sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat.

1. Menjadi Ajang Promosi Kesehatan Lingkungan

Mengajak kesadaran masyarakat menanam tanaman yang bernilai guna.

2. Melengkapi Informasi Pilihan Pengobatan Alternatif

Tampilan Toga dilengkapi dengan papan nama jenis tanaman dan manfaatnya

3. Memberi Contoh Cara Pemanfaatan Lingkungan Pekarangan

Menunjukkan langsung bagaiamana cara memanfaatkan areal pekarangan rumah

4. Menambah Nilai Keasrian dan Kesejukan Halaman Puskesmas

Tanaman yang tumbuh segar menambah kesejukan dan keasrian halaman puskesmas

TANAMLAH apa yang bisa ditanam di sekitar halaman rumah atau perkantoran, apalagi tanaman obat keluarga, yang sangat bermanfaat sebagai tempat apotek hidup dan pelengkap keperluan bumbu masakan keluarga. Seperti halnya bagaimana nilai tambah yang bisa dirasakan saat penataan halaman perkantoran khususnya puskesmas. Melalui budidaya Toga, diharapkan bisa berguna sebagai pilihan alternatif pertolongan pertama, menjaga kesehatan keluarga. (created by TuSuda)

2 AKSI PELAYANAN BULAN BHAKTI GOTONG ROYONG

Bhaksos BBGR 2009Di depan lorong masuk menuju RW Baito, Kelurahan Wua-wua, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari, pada hari Kamis, 05 November 2009, terpampang spanduk ucapan selamat datang ditujukan kepada Gubernur Sulawesi Tenggara. Lorong yang biasanya lengang, hanya dilalui warga setempat, saat itu semarak dengan jajaran spanduk dan umbul-umbul, karena sedang berlangsung pencanangan bulan bhakti gotong royong untuk mensukseskan program bahteramas (bangun kesejahteraan masyarakat). Masyarakatpun datang berduyun-duyun menuju tempat acara disuatu lapangan terbuka yang telah dipasang tenda dan dihiasi spanduk promosi kegiatan.

Acara bulan bhakti gotong royong ini terselenggara berkat kerjasama Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Sultra dan Pemerintah Kota Kendari, dengan leading sektor Dinas Kesehatan dibantu tenaga kesehatan puskesmas se Kota Kendari. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penggerakan peran serta masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencapai Kota Kendari menjadi Kota Adipura. Pembukaan acara diawali dengan laporan panitia, sambutan walikota Kendari dan pada akhirnya pencanangan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra). Aksi pokok yang dilaksanakan saat bulan bhakti gotong royong dirangkaikan peringatan hari kesehatan nasional itu, meliputi pengobatan massal gratis dan khitanan massal.

1. PELAYANAN PENGOBATAN MASSAL

Masyarakat yang bertempat tinggal di Kelurahan Wua-wua dan sekitaranya, mendapatkan pelayanan pengobatan gratis yang dilaksanakan oleh 3 orang tenaga dokter umum, dibantu oleh petugas paramedis puskesmas dan dinas kesehatan Kota Kendari. Jumlah pasien yang terdaftar dan telah berhasil dilayani saat itu sebanyak 100 orang.

2. PELAYANAN KHITANAN MASSAL

Dipandu dan diawasi oleh dokter spesialis bedah sebagai konsultan penanggung jawab, tenaga medis dokter dan paramedis dari puskesmas dan RSUD Abunawas Kendari, melakukan khitanan massal terhadap anak-anak dari keluarga miskin. Jumlah pasien yang terlayani saat itu sebanyak 50 orang.

Usai acara pembukaan tersebut, gubernur Sultra, didampingi walikota Kendari beserta rombongan, berkesempatan meninjau pelaksanaan kegiatan pengobatan dan kitanan massal. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat memacu semangat kebersamaan masyarakat dalam upaya turut berpartisipasi aktif mensukseskan salah satu program unggulan pemerintah Kendari untuk meraih trofi Kota Adipura, dan pemerintah daerah Sultra mencapai bahteramas. (pts)