Telah sering dipromosikan, bagaimana strategi pemberantasan penyakit menular (P2M), khususnya untuk kasus DBD, melalui gerakan nasional 3M Plus yakni: menguras, mengubur, menutup plus melindungi diri dari gigitan nyamuk Aedes agepty, sebagai vektor penyebar virus Dengue, penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Namun realitanya, mengapa kasus DBD, dalam periode tertentu selalu terjadi di tengah lingkungan masyarakat? Padahal upaya promosi dan prevensi tersebut telah dicanangkan dan dilakukan secara intensif. Bagaimanakah efektifitas program promosi kesehatan tersebut untuk menurunkan angka kejadian DBD? Apakah masih diperlukan cara, strategi, atau terobosan baru dalam mengupayakan program pencegahan penyakit menular, untuk mengurangi atau menurunkan angka kejadian (prevalensi) penyakit menular?

Dalam opininya yang lugas, rekan M. Putra Kusuma, seorang staf Dinas Kesehatan Bangka Belitung, juga pengelola blog sobatsehat memaparkan, bagaimana makna filosofis 3 M Plus tersebut, agar bisa efektif dijalankan dalam membantu program pemberantasan atau pengentasan kasus DBD. Mengulas sedikit apa yang telah dipaparkannya, program 3 M plus, pada hakekatnya mengandung 3 makna penting, yakni: pertama, upaya promotif dan preventif yang menyeluruh dalam menjalin keterpaduan lintas program maupun lintas sektoral. Kedua, mengembangkan upaya dukungan dari pemerintah terkait, guna melakukan kerjasama terbaik dengan anggota masyarakat. Ketiga, menggerakkan peran serta masyarakat agar lebih proaktif dengan masalah kesehatan, khususnya problema kebersihan lingkungan. Dalam sudut pandang yang gamblang, sahabat Irvan,SKM,MKes., seorang staf Dinas Kesehatan Kota Kendari, dalam wacananya di rubrik opini media massa harian lokal, menyatakan perlunya menumbuhkan kesadaran masyarakat, untuk membantu program pemberantasan penyakit menular, khususnya kasus DBD. Betapa penting arti peran serta masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan. Para pakar kesehatan masyarakat pasti telah banyak merumuskan berbagai kebijakan untuk menggalang kerjasama dan memberdayakan peran serta masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Karena bila masyarakat sehat, maka negara akan kuat.