PEMBINAAN KANTIN SEKOLAH OLEH PETUGAS SANITASI PUSKESMAS

Pembinaan Kantin SekolahSALAH satu tugas pokok dari sanitarian puskesmas adalah melakukan pembinaan pada tempat-tempat umum (TTU) seperti instansi pendidikan (sekolah). Biasanya, petugas sanitasi puskesmas sering datang langsung ke sekolah atau terpadu mengikuti kegiatan tim promkes puskesmas. Contoh mengenai hal ini dilakukan saat bersamaan dengan program penyuluhan kesehatan yang dilakukan oleh tim promkes Puskesmas Perumnas Kota Kendari, yang telah dijadwalkan mulai tanggal 10 sampai 24 Maret 2010 di semua sekolah dasar (SD) yang berada di wilayah kerja puskesmas. Selesai melakukan penyuluhan kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada siswa sekolah dasar, petugas sanitasi puskesmas melakukan pembinaan langsung terhadap setiap kantin yang ada di sekolah tersebut. Kantin sekolah tersebut diharapkan bisa menjadi tempat percontohan hidup bersih dan sehat.

SASARAN utama yang menjadi inti pokok pembinaan kantin sekolah adalah himbauan kepada pengelola kantin tentang jenis-jenis makanan dan minuman yang layak dijual atau dikonsumsi agar memenuhi syarat kesehatan. Mengelola, menyiapkan dan menutup makanan agar tidak terhinggap oleh debu, kotoran atau serangga yang berisiko menjadi sumber penularan penyakit. Menjaga kebersihan bahan dan alat-alat penyediaan makanan, serta kesehatan lingkungan kantin sekolah, agar tetap bersih dan asri, diupayakan tidak ada genangan air maupun sampah-sampah yang berserakan. Pola pembinaan langsung ini lebih bersifat persuasif, semacam anjuran untuk menghindari terjangkitnya penyakit yang bisa menular dari sumber bahan makanan. Guna pembinaan yang lebih intensif, petugas sanitasi bersama tim promkes puskesmas, menyampaikan hasil binaan tersebut kepada guru Pembina UKS (upaya kesehatan sekolah). Dengan demikian dari pihak sekolahlah yang harus lebih aktif menindaklanjuti serta melakukan pengawasan langsung terhadap upaya pembentukan kantin sekolah yang bersih dan sehat, sebagai salah satu perwujudan program UKS terpadu di tingkat institusi sekolah. Bagaimanakah menurut pengalaman petugas puskesmas lainnya dalam membina kantin sekolah? Silakan menyampaikan pendapat dan menceritakan pengalamannya untuk diketahui bersama.

5 PESAN DASAR CARA HIDUP SEHAT DI LINGKUNGAN SEKOLAH

Promkes PHBS SDTIM program promosi kesehatan beberapa puskesmas di Kota Kendari, sejak minggu pertama bulan Maret 2010, telah melakukan penyuluhan kesehatan di sekolah dasar (SD)  yang ada pada wilayah kerja masing-masing puskesmas. Hal ini dilakukan sebagai kegiatan rutin dengan sasaran siswa SD, sekaligus koordinasi pembinaan program upaya kesehatan sekolah (UKS) dengan guru Pembina UKS tingkat SD. Pesan kesehatan yang disampaikan terutama menyangkut pola hidup bersih dan sehat (PHBS), khususnya yang bisa diterapkan oleh murid-murid SD sesuai tingkat perkembangannya. Secara singkat ada 5 (lima) pesan mendasar yang perlu diupayakan dalam pembinaan hidup sehat bagi siswa SD, seperti sering ditayangkan di media massa elektronika.

1. Mencuci Tangan dan Menggosok Gigi Dengan Bersih

  • Memberitahu  cara mencuci tangan, sebelum dan setelah melakukan kegiatan
  • Menyampaikan teknik menggosok gigi yang baik dan benar, sebanyak dua kali sehari.

2. Mengkonsumsi Makanan Yang Bergizi

  • Menganjurkan agar berhati-hati mengkonsumsi  jajanan, makanan dan minuman
  • Menghimbau siswa untuk mengkomsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna

3. Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah

  • Membuang sampah pada tempat sampah yang tersedia
  • Mengadakan upaya kebersihan di ruangan kelas dan sekitar halaman sekolah

4. Melakukan Olahraga Secara Teratur

  • Melalui pembinaan oleh guru UKS, para siswa melaksanakan senam kesegaran jasmani (SKJ)

5. Mengatur Waktu Istirahat Dengan Baik

  • Membiasakan diri untuk istirahat dan tidur malam secara teratur.

Topik pesan utama cara hidup sehat khususnya di lingkungan sekolah dapat dikembangkan menjadi rincian informasi lainnya yang lebih detail, menyesuaikan indikator perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dengan penyampaian informasi yang sederhana dan menggiatkan upaya kesehatan sekolah (UKS), para siswa diajak turut serta secara aktif melaksanakan PHBS dimulai dari lingkungan sekolah kemudian berlanjut di lingkungan tempat tinggal bersama keluarganya.

MELAKSANAKAN APEL PENEGAKAN DISIPLIN PEGAWAI PUSKESMAS

Apel PagiSebagai tindak lanjut dari upaya penegakan disiplin kerja pegawai negeri sipil (PNS), khususnya di lingkup pemerintahan Kota Kendari, sebagian besar puskesmas telah melaksanakan apel senin pagi. Biasanya kegiatan apel pagi dilaksanakan paling lambat mulai pukul 07.15-07.45 WITA, diikuti  oleh seluruh staf puskesmas, termasuk PNS, dan non PNS (tenaga sukarela dan honorer). Bahkan bila ada mahasiswa yang sedang praktek kerja lapangan (PKL), merekapun turut mengikuti apel pagi. Memang agak berbeda dengan pelaksanaan upacara bendera yang rutin diadakan setiap senin, pada institusi pendidikan sekolah dasar hingga menengah. Apel senin pagi yang dilaksanakan di puskesmas tampaknya lebih sederhana dan engutamakan koordinasi kedisipilinan kerja pegawai.

Saat pelaksanaan apel pagi tersebut, kepala puskesmas atau yang mewakili, selaku pemimpin upacara dapat menyampaikan pengarahan khusus. Hal-hal yang diarahkan kepada staf puskesmas, umumnya mengenai disiplin kerja, etika pelayanan dan kerjasama terpadu antar unit pelayanan puskesmas. Dapat pula menyampaikan pengumuman penting secara lisan yang menyangkut perencanaan dan persiapan kegiatan puskesmas. Seringkali pimpinan puskesmas perlu mengulang kembali apa maksud dan tujuan pentingnya dilaksanakannya apel pagi, dalam menggalang kebersamaan dan menegakkan disiplin pegawai puskesmas. Apel yang dilakukan secara rutin, merupakan salah satu cara penegakan disiplin pegawai, disamping perlu didukung mekanisme penertiban administrasi kepegawaian. Sekadar berbagi pengalaman kerja, demikianlah sekelumit informasi singkat tentang pentingnya pelaksanaan apel pagi khususnya di tempat kerja puskesmas, guna mencapai kerjasama pelayanan yang terbaik.