Tanggal : 31 October 2009 | Oleh : Putu Sudayasa
Dalam beberapa kesempatan blogwalking, iseng-iseng keliling mengakses beberapa blog, terbaca ada sebuah situs khusus yang menawarkan jasa pembuatan blog, tengah memperkenalkan program situsnya melalui launching problogkator dengan melakukan undian berhadiah berupa 3 blog dot com. Situs ini didukung oleh pengelola blogodolar selaku general managernya, yang mempromosikan launching problogkator tersebut kepada para sahabat blogger.
Perkenalan ini menawarkan hadiah undian blog dengan nama domain berbayar (blog dot com) yang semuanya akan ditanggung oleh penyelenggara, sesuai dengan ketentuan hadiahnya untuk 3 (tiga) pemenang. Suatu tawaran menarik bagi para sahabat bloger yang ingin mempunyai nama domain blog sendiri, tidak lagi bergantung pada web hosting gratisan. Bagi sahabat blogger yang beruntung akan bisa mengelola blog pribadi secara mandiri, apalagi akan didukung backup oleh pengelola problogkator yang telah diakui kredibilitasnya dalam testimoni sahabat blogger.
Ide ini termasuk brilian untuk menjalin kerjasama antar sahabat blogger dalam mendukung keberlangsungan suatu situs atau blog khusus. Dalam beberapa hal tentu ada yang tertarik dengan penawaran ini, ada juga yang tidak tertarik atau bersikap biasa-biasa saja. Semua tergantung kemauan dari para sahabat blogger. Yang penting keep stay blogging in the way that we are concerning. Tetaplah berkiprah dengan cara yang kita yakini benar adanya. Selamat dan sukses buat semua sejawat dan sahabat blogger.
Tanggal : 28 October 2009 | Oleh : Putu Sudayasa
Telah pernah dipaparkan tentang capaian pelayanan pada ruangan kartu, poli umum dan apotek puskesmas. Kini berdasarkan data pelayanan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Puskesmas Perumnas Kendari, periode Januari-Juni 2009, khususnya kegiatan pokok KIA di dalam gedung dan luar gedung, didapatkan hasil rekapitulasi, sebagai berikut :
1. KUNJUNGAN IBU HAMIL
- Ibu hamil yang tercatat melakukan kunjungan pertama (K1) tercapai cakupan 56% dibandingkan target 90%
- Sedangkan kunjungan terakhir bumil selama kehamilan (K4), tercapai cakupan 51% dibandingkan target 90%
2. KUNJUNGAN NEONATUS
- Cakupan kunjungan pelayanan neonatus pada awal minggu pertama kelahiran bayi (KN1) telah tercapai 52 % dibandingkan target 80%
- Demikian juga, cakupan kunjungan pelayanan neonatus setelah minggu pertama kelahiran bayi (KN2) sudah tercapai 52 % dibandingkan target 80%
3. PENJARINGAN BUMIL RISTI
- Ibu hamil yang berisiko tinggi (bumil risti) seperti: usia dibawah 20 tahun dan diatas 35 tahun, riwayat persalinan operasi, keguguran, dan penyakti menahun, perlu penanganan cepat dan tepat. Kalau perlu dilakukan tindakan rujukan segera kepada fasilitas pelayanan yang lebih memadai.
- Cakupan pelayanan terhadap bumil risti di wilayah kerja puskesmas, sampai Juni 2009 baru mencapai sekitar 41% dibandingkan target tahunan sebesar 100%
4. PERSALINAN OLEH TENAGA KESEHATAN
- Tenaga kesehatan yang berkompetensi, seperti: dokter, bidan, paramedis terlatih, wajib melakukan pertolongan persalinan (safe labour) agar risiko penyulit selama persalinan bisa dikurangi dan segera ditindaklanjuti.
- Cakupan pelayanan persalinan oleh tenaga kesehatan di wilayah kerja puskesmas, sampai Juni 2009 baru mencapai sekitar 52% dibandingkan target tahunan sebesar 80%


KESIMPULAN : Sebagian besar kegiatan pokok program KIA Puskesmas Perumnas Kota Kendari, periode Januari-Juni 2009, telah mencapai diatas 50%, kecuali kegiatan penjaringan ibu hamil risiko tinggi (bumil risti) baru mencapai 41%. Persentase ini berdasarkan perbandingan relatif terhadap kunjungan sasaran yang datang ke puskesmas dan jaringan pelayanan puskesmas lainnya. Paparan ini cukup menggambarkan bagaimana situasi mendasar dalam pelayanan KIA di wilayah kerja puskesmas. Namun untuk efektifitas pencapaian target pelayanan, perlu kerjasama terpadu antara sasaran masyarakat, kader dan petugas kesehatan. (pts)
Tanggal : 21 October 2009 | Oleh : Putu Sudayasa
PADA kesempatan sebelumnya telah dipaparkan tentang capaian pelayanan pada ruangan kartu atau loket puskesmas. Berdasarkan data Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) Puskesmas Perumnas Kendari, periode Januari-Juni 2009, khususnya pelayanan rawat jalan di poli umum dan obat di apotek, didapatkan hasil rekapitulasi, sebagai berikut :
1. DIAGNOSIS PENYAKIT
- Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), menduduki urutan tertinggi (33%), disusul penyakit saluran nafas lainnya (17%), penyakit sistem saraf (9%), penyakit usus lainnya (7%), penyakit otot dan radang sendi (5%), penyakit infeksi kulit alergi (4%), diare (4%), hipetensi (4%), kecelakaan (3%), penyakit mata (3%), TBC Paru (2%), Infeksi Kulit (2%), Tonsilitis (2%), gangguan psikotik, asma bronchiale, infeksi telinga tengah (ITT), infeksi saluran kencing (ISK), bronchitis, katarak, penyakit jamur masing-masing 1 %.
- Penyakit saluran nafas lainnya, yang terdiagnosis seperti: pneumonia, pharingitis. Penyakit usus lainnya seperti: gastritis, dyspepsia, tifus abdominal, appendicitis acut.

2. PENGGUNAAN OBAT
- Obat parasetamol digunakan paling banyak (18%), diikuti asam askorbat (15%), gliseril guaikolat (13%), Amoxycillin (12%), thiamin (8%), antasida (8%), Kotrimoksazol (6%), CTM (4%), Ciprofloxacin (3%), Tetrasiklin (3%), ekstrabeladon (2%), captopril (2%), pyroxicam, ibuprofen, kalsium glukonas, diazepam, antalgin, asam mefenamat, griseofulvin, ranitidin masing-masing 1%.
- Golongan obat analgetika yang sering dipakai antaralain : parasetamol, pyroxicam, ibuprofen, antalgin, dan asam mefenamat. Jenis antibiotika yang banyak digunakan antaralain: amoxicillin, kotrimoksazol, ciprofloxacin dan tetrasiklin.

KESIMPULAN : Penyakit ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) terdiagnosis paling banyak (33%), sedangkan obat Parasetamol digunakan paling sering (18%). Prosentase ini berdasarkan perbandingan relatif terhadap kunjungan pasien rawat jalan yang datang ke puskesmas. Paparan ini belum menggambarkan situasi penyakit dan penggunaan obat secara menyeluruh. Perlu penerapan analisis standar diagnosis dan terapi dasar di puskesmas, sehingga bisa diketahui tingkat penggunaan obat yang rasional berdasarkan jenis penyakitnya. (pts)