TAMPILAN RINGKAS PROFIL KESEHATAN KOTA KENDARI

Logo Kota KendariBerikut ini hasil rekapan data profil kesehatan Kota Kendari dari sumber situs resmi Kota Kendari yang telah dilakukan revisi ringkas, sesuai keperluan penulisan.

1. Angka Kematian

  • Angka Kematian Bayi (AKB) Tahun 2006 : 14 bayi dari total 5,600 kelahiran hidup atau AKB sebesar 3 per 1000 kelahiran hidup (Nasional: 25 per 1000 kelahiran hidup)
  • Angka Kematian Ibu (AKI) Tahun 2006 : 0 kasus (tenaga bidan : ibu hamil = 1 : 51-52 Bumil)
  • Angka Kematian Balita (AKABA) Tahun 2006 : 14 kasus kematian dari 25.066 balita, naik 3 kasus dari Tahun 2005
  • Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate) Tahun 2006 : 256 dari 226.056 jiwa, terbanyak pada kelopmpok usia produktif 15-64 tahun yaitu 141 kasus

2. Perilaku Masyarakat

  • Rumah Tangga Berperilaku Hidup Sehat (PHBS), masih sebatas PHBS Tatanan rumah Tangga. Pemantauan pada 19.379 rumah tangga diperoleh 12,29% (2.382) rumah tangga di Kota Kendari ber-PHBS
  • Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM), partispasi masyarakat dalam program kesehatan: Posyandu, Polindes, POD, Pos UKK, Dana Sehat, TOGA. Jumlah Posyandu Tahun 2006 mencapai 173 buah

3. Kesehatan Lingkungan

  • Sebesar 19.586 kk menggunakan air ledeng dari 58.537 KK sisanya menggunakan sumur pompa tangan, sumur gali, perlindungan mata air dan sumur artesis

4. Program Upaya Kesehatan

  • Keluarga Berencana (KB) Jumlah PUS Kota Kendari Tahun 2006 36.709, diama 28.920 (78,875) termasuk peserta KB aktif dan 6.189 (16,86%) peserta KB baru
  • Pelayanan Kunjungan Rawat Jalan Kunjungan ke puskesmas dan rumah sakit Tahun 2006 mencapai 330.165 kunjungan (puskesmas: 157.446 dan rumah sakit: 172.710).
  • Rata-rata jumlah kunjungan rawat jalan puskesmas Tahun 2006 adalah 44 orang per hari. Puskesmas Paosia merupakan puskesmas dengan jumlah rata-rata pasien rawat jalan TERTINGGI (97 orang per hari) dan yang TERENDAH adalah Puskesmas Mokoau (18 orang per hari)
  • Pelayanan Kunjungan Rawat Inap Tahun 2006 Kota Kendari memiliki 4 (empat) puskesmas yang dilengkapi dengan fasilitas rawat inap yaitu (1) Puskesmas Abeli (2) Puskesmas Mandonga, (3) Puskesmas Poasia dan (4). Puskesmas Lepo-lepo. Tahun 2006 jumlah kunjungan mencapai 551 kunjungan atau rata-rata 2 kunjungan perhari.
  • Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila. Jumlah Penduduk Pra-Usila dan Usila Kota Kendari mencapai 22.760 jiwa atau 10,07% dari jumlah penduduk. Pelayanan kesehatan dilakukan di puskesmas atau pada Posyandu Usila Lansia.

5. Program Upaya Pencegahan Penyakit Menular

a. Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang (P2B2)

  • Pemberantasan Penyakit Malaria (P2 Malaria), Tahun 2006 terdapat 2.533 penderita klinis dan 523 kasus positif

b. Program Imunisasi.

* Pencapaian UCI (Universal Child Imunisation) di Kota Kendari Tahun 2006 adalah 59,26% (32 kelurahan) dari 54 kelurahan. UCI TERENDAH di Kecamatan Abeli (30,77%) dan TERTINGGI di Kecamatan Kendari Barat (100%)

Info lebih lengkap terkait profil kesehatan kota Kendari bisa dibaca pada sumber resmi situs ini.

JEJARING DASAR 5 PENDUKUNG PELAYANAN PUSKESMAS

Tempat pelayananPusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebagai ujung tombak terdepan pelayanan kesehatan masyarakat yang terpadu dan menyeluruh, mempunyai tempat jaringan pelayanan, sehingga mudah menjangkau dan dijangkau oleh masyarakat. Pembentukan Puskesmas dan jaringannya, tergantung kepada perkembangan kepadatan penduduk dan kemampuan anggaran pembangunan kesehatan pemerintah daerah, yang dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten. Keberadaan pelayanan Puskesmas juga melibatkan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan upaya kesehatan bersumber/berbasis masyarakat (UKBM) disetiap lingkungannya.

Beberapa jaringan pelayanan Puskesmas, dapat kami ringkas paparannya, sebagai berikut :

1. Puskesmas :

  • Umumnya ada satu buah di setiap Kecamatan,
  • Jenis Puskesmas menurut pelayanan kesehatan medis, dibagi dua kelompok yakni :
  • Puskesmas Perawatan, pelayanan kesehatan rawat jalan dan rawat inap
  • Puskesmas Non Perawatan, hanya pelayanan kesehatan rawat jalan

2. Puskesmas Pembantu (Pustu):

  • Biasanya ada satu buah disetiap desa/kelurahan
  • Pelayanan medis sederhana oleh perawat atau bidan, disertai jadwal kunjungan dokter

3. Puskesmas Keliling (Puskel) :

  • Kegiatan pelayanan khusus ke luar gedung, di wilayah kerja puskesmas
  • Pelayanan medis terpadu oleh dokter, perawat, bidan, gizi, pengobatan dan penyuluhan.

4. Pondok Bersalin Desa (Polindes) :

  • Pos pelayanan kesehatan ini sebaiknya ada disetiap desa/kelurahan, sebagai penunjang pelaksanaan desa/kelurahan SIAGA,
  • Beberapa pos yang fungsinya sejenis (cuma namanya saja yang berbeda) antara lain:
  • Pos Kesehatan Desa (Poskesdes)
  • Pos Kesehatan Kelurahan (Poskeskel)
    1. Balai Kesehatan Masyarakat (Bakesra)

5. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) :

  • Lumrahnya selalu ada satu atau lebih di setiap RW/Desa/Kelurahan,
  • Hal ini sangat tergantung kepada peran serta aktif para RT, RW, Lurah, tokoh masyarakat setempat, bersama para kader kesehatan yang telah dibentuk dan ditunjuk.
  • Strata pelayanan posyandu atau tingkat aktifitas posyandu, digolongkan menjadi : Posyandu Pratama, Posyandu Madya, Posyandu Purnama, Posyandu Mandiri

Khusus tentang cara penilaian strata posyandu ini akan kita bahas pada kesempatan berikutnya. Tertarik dengan informasi posyandu, bisa baca pada sumber khusus ini.

5 TANGGUNG JAWAB UTAMA TUGAS MANAJER PUSKESMAS

serius kerja“Wow..selamat ya, sudah jadi manajer. Kapan kita ditraktir lagi nih, bos” Demikian salah satu celetukan yang sering terdengar bila bertemu seseorang yang berada di posisi puncak suatu organisasi/institusi. Kedengarannya asyik, gagah juga sebagai atasan, walaupun masih kecil-kecilan, apalagi lebih tinggi kedudukannya. Padahal, bila diingat pesan pepatah klasik, semakin besar kapal, semakin besar ombaknya. Semakin tinggi pohon, semakin kencang juga badainya.

Menjadi atasan, manajer, pimpinan, kepala, direktur atau apapun namanya, sangat berat karena sesungguhnya jabatan itu adalah amanah. Nah…buat yang sudah menjadi atasan atau yang punya cita-cita terpendam mau menjadi manajer, khususnya di puskesmas, ada baiknya memperhatikan lima tugas utama seorang manajer atau kepala puskesmas, untuk menjalankan prinsip manajemen puskesmas, seperti paparan pengalaman berikut ini.

1. MEMBUAT PERENCANAAN PUSKESMAS

• Menganalisa kondisi, situasi dan kinerja puskesmas, apakah sudah baik, masih kurang ataukah banyak yang belum beres, kemudian menentukan perencanaan kegiatannya.

2. MENGATUR PELAYANAN PUSKESMAS

• Menata apa saja jenis kegiatan program pelayanan, siapa saja yang akan menjalankannya bersama seluruh staf puskesmas

3. MENGGERAKKAN PEGAWAI PUSKESMAS

• Mendorong segenap komponen pelayanan puskesmas untuk melaksanakan tugas pokok sesuai fungsinya dalam pelayanan kepada masyarakat

4. MENGEVALUASI KINERJA PUSKESMAS

• Menelaah hasil pencapaian program puskesmas secara terpadu dengan instansi terkait, sebagai pedoman untuk menentukan perencanaan pelayanan puskesmas.

5. MENGGALANG KERJASAMA PELAYANAN PUSKESMAS
* Menjalin kerjasama internal puskesmas dan eksternal puskesmas, antara staf, pegawai, petugas, aparat, pejabat, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan yang lainnya, khususnya diwilayah kerja puskesmas

Wah..ternyata tidak gampang juga khan…kalau mau menjadi pimpinan puskesmas yang berkualitas, seperti paparan tugas utama diatas. Maaf ya…bukan bermaksud mengajari, karena ulasan tersebut sekadar untuk berbagi pengalaman. Kalau ada yang punya pengalaman lain, dari sudut pandang yang berbeda, silakan koreksinya untuk saling melengkapi. Terimakasih