Mengingat masih tingginya angka kasus gizi kurang dan gizi buruk di wilayah kerja puskesmas, maka diperlukan upaya inovasi dan intervensi khusus bagi keluarga dengan masalah rawan gizi. Kegiatan pembaruan tersebut telah dirintis dan diupayakan oleh Puskesmas Benu-benua, melalui pembentukan rumah pemulihan gizi sejak Juli 2010.

Sesudah melaksanakan secara rutin kegiatan konseling gizi, pemberian makanan tambahan, pelacakan kasus gizi buruk dan penggerakan peran serta masyarakat bersama kader kesehatan di wilayah kerja puskesmas, maka didapatkan angka penurunan kasus yang signifikan. Gizi buruk selama kurun 2010, dari 20 kasus turun menjadi 11 kasus saja.

Demikianlah laporan singkat Kepala Puskesmas Benu-benua, saat menyampaikan kegiatan rumah pemulihan gizi dan pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang diresmikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kendari, tanggal 16 Februari 2011, di kantor kelurahan Benu-benua, Kecamatan Kendari Barat yang dihadiri oleh masyarakat dan pihak instansi terkait.

Harapannya peresmian rumah pemulihan gizi dan pos PAUD tersebut dapat menjadi tonggak melaksanakan pelayanan masalah gizi secara terpadu dan berkesinambungan bersama-sama pihak keluarga, kader kesehatan, dan instansi lintas sektor terkait lainnya.