Dalam rangka menyamakan persepsi dalam mengentaskan masalah kemiskinan, telah diselenggarakan pertemuan penanggulangan kemiskinan dalam kaitannya dengan pelayanan kesehatan. Diadakan pada tanggal 21 Juli 2010, di ruang rapat Wakil Walikota Kendari. Peserta rapat antaralain, camat, kepala puskesmas dan lurah se-Kota Kendari.

Tim Dinas Kesehatan Kota Kendari, melalui laporan Sekretaris Dinas, memaparkan bahwa, dalam bidang kesehatan telah beragam program dilakukan untuk membantu masyarakat miskin. Bermacam upaya itu mengalami pembaharuan dari tahun ke tahun.

Diantaranya, jaminan pemeliharaan kesehatan bidang kesehatan (JPS-BK), asuransi kesehatan masyarakat miskin (askeskin), jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas). Khusus di Sulawesi Tenggara, ada program Bahteramas. Ditujukan untuk melayani masyarakat yang tidak mampu menjangkau biaya kesehatan.

Pada tahun 2011, direncanakan akan mulai dicanangkan program jaminan sosial nasional (jamsosnas), sehingg target di tahun 2014, semua warga negara Indonesia, khususnya masyarakat tidak mampu/miskin), sudah memiliki kartu jaminan kesehatan.

Dalam sambutan pertemuan tersebut, Wakil Walikota Kendari, mengingatkan agar ujung tombak pelayanan masyarakat, baik di kantor camat, lurah maupun puskesmas, memberikan pelayanan terbaik, terlebih kepada masyarakat miskin.

Untuk melayani dengan optimal itulah, diperlukan pendataan yang akurat terhadap jumlah penduduk miskin yang bertempat tinggal di semua kelurahan. Data yang tepat dan akurat akan dikirimkan ke tingkat pusat, sebagai bahan perencanaan pembiayaan jamsosnas.

Upaya penanggulangan kemiskinan ini harus disinkronisasikan dengan usaha pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Idealnya, IPM yang semakin meningkat, salah satunya harus diikuti dengan penurunan jumlah penduduk miskin. Sehingga guna mencapai target ini, seluruh program pembangunan kesehatan harus berkoordinasi dengan baik kepada jaringan lintas sektoral.