Supervisi FarmasiUntuk terlaksananya pengobatan yang rasional di Puskesmas perlu dilakukan pembinaan secara terus menerus antara lain melalui supervisi, evaluasi dan umpan balik secara objektif dan berkesinambungan antara pelaksana pelayanan pengobatan dan Pembina.

Konsep pembinaan yang di anut adalah bimbingan terstruktur yang berkesinambungan, dilakukan secara tatap muka oleh tim Pembina pengobatan yang telah siap turun langsung ke pelayanan informasi obat (PIO) di puskesmas.

Hal-hal yang dilakukan dalam menentukan kesiapan tim pembinaan meliputi :

  1. Pemahaman arti pembinaan, dan penjelasan materi pembinaan yang akan di berikan.
  2. Kemampuan komunikasi dengan yang dibina dapat menyampaikan secara tepat, persuasive dan edukatif tanpa kesan menggurui.
  3. Kemampuan mengidentifikasi masalah dan memecahkannya bersama-sama.
  4. Kemampuan menotivikasi, memberikan dukungan moril dan penghargaan setiap usaha untuk mencapai kemajuan organisasi.

Demikianlah poin pokok yang sempat tergambarkan ketika kami menerima kunjungan dari tim pembina kefarmasian dari Kementrian Kesehatan RI Jakarta, didampingi bidang Farmasi Dinkes Provinsi Sultra. Tim ini datang pada Hari Jumat, 04 Juni 2010, meninjau langsung pelayanan informasi obat (PIO) di Puskesmas Perumnas dan Lepo-lepo, Kota Kendari.

Selanjutnya tim melakukan penilaian melalui pengisian kuesioner monitoring dan observasi langsung ke ruang pelayanan obat (apotek dan gudang obat) puskesmas. Tim pembina itu menyerahkan juga beberapa poster, buku-buku dan software tentang tatacara pelaksanaan pelayanan informasi obat. Semoga bisa meningkatkan pelayanan obat di puskesmas.