3 LANGKAH TERPADU ANTISIPASI KASUS GIZI BURUK
Salah satu tujuan program Millenium Development Goals (MDG) adalah penanggulangan kasus gizi buruk. Selain kurangnya jumlah dan kualitas makanan yang dikonsumsi, faktor kepedulian orangtua, penyakit infeksi, cacad bawaan juga merupakan faktor penyebab anak penderita gizi buruk, sehingga akan menurunkan daya tahan tubuh bahkan menyebabkan kematian. Sehubungan dengan hal tersebut, upaya antisipasi dilakukan melalui langkah terpadu dalam rangka pencegahan dan penanggulangan kasus gizi buruk.
1. Kunjungan Aktif Ibu Bayi/Balita ke Posyandu
Menghimbau kepada ibu yang mempunyai bayi dan balita agar aktif menimbang anaknya setiap bulan di posyandu/fasiltias kesehatan. Bagi yang tidak berkunjung ke posyandu, sebaiknya diadakan kunjungan langsung (sweeping) oleh kader posyandu bersama petugas kesehatan untuk menimbang bayi dan balita yang belum diperiksa di posyandu
2. Pelacakan Dini Kasus Gizi Buruk
Melakukan pelacakan/survey kasus gizi buruk bekerja sama dengan instansi lintas sektoral, kader posyandu serta kelompok dasa wisma/PKK, RT/RW, tokoh masyarakat untuk mencari dan melaporkan kalau ada kasus gizi buruk ke puskesmas setempat.
3. Intervensi Terpadu Kasus Gizi Buruk
Melakukan intervensi penanganan kasus gizi buruk secara lintas program antara dokter, ahli gizi, perawat, bidan serta petugas kesehatan lainnya dengan menerapkan Standar Tata laksana Gizi Buruk (Asuhan Gizi) dan Asuhan Keperawatan dan hasilnya dilaporkan kepada Dinas Kesehatan, dalam waktu 1×24 jam.
Uraian langkah terpadu antisipasi kasus gizi buruk ini dikembangkan dari surat edaran, pada awal bulan Maret ini, dari Dinas Kesehatan Kota Kendari, No.441.1/3010, yang ditujukan kepada para Kepala Puskesmas se-Kota Kendari, untuk dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab. Pentingnya upaya keterpaduan penanganan penderita gizi buruk, khususnya yang ada di wilayah kerja puskesmas. (TuSuda)
5 PENJELASAN SINGKAT KASUS BALITA GIZI BURUK
GIZI BURUK adalah keadaan kekurangan energi dan protein (KEP) tingkat berat akibat kurang mengkonsumsi makanan yang bergizi dan atau menderita sakit dalam waktu lama. Ditandai dengan status gizi sangat kurus (menurut BB terhadap TB) dan/atau hasil pemeriksaan klinis menunjukkan gejala marasmus, kwashiorkor atau marasmik kwashiorkor.
1. Penyebab Kasus Balita Gizi Buruk
- Balita tidak mendapat ASI eksklusif, atau mendapat makanan selain ASI sebelum umur 6 bulan.
- Balita disapih sebelum umur 2 tahun.
- Balita tidak mendapat Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) pada umur 6 bulan atau lebih.
- MP-ASI kurang dan tidak bergizi
- Setelah umur 6 bulan balita jarang disusui
- Balita menderita sakit dalam waktu lama, seperti diare, campak, TBC, batuk, pilek
- Kebersihan diri kurang dan lingkungan kotor
2. Penggolongan Kasus Gizi Buruk
a. Marasmus :
- Anak sangat kurus, Wajah seperti orangtua, Cengeng dan rewel
- Rambut tipis, jarang, kusam, Kulit keriput
- Tulang iga tampak jelas, Pantat kendur dan keriput, Perut cekung
b. Kwashiorkor
- Wajah bulat dan sembab, Cengeng dan rewel, Apatis
- Rambut tipis, warna rambut jagung, mudah dicabut tanpa rasa sakit
- Kedua punggung kaki bengkak, Bercak merah kehitaman di tungkai atau di pantat
c. Marasmik-Kwashiorkor
Gabungan tanda-tanda marasmus dan kwashiorkor : sangat kurus, rambut jagung dan mudah rontok, perut buncit, punggung kaki bengkak, cengeng.
3. Pengaruh Kasus Balita Gizi Buruk :
- Menyebabkan kematian bila tidak segera ditanggulangi oleh tanaga kesehatan
- Kecerdasan anak akan berkurang
- Berat dan tinggi badan pada umur dewasa lebih rendah dari anak normal
- Sering sakit infeksi kronis, seperti: batuk, pilek, diare , TBC, dll.
4. Penelusuran Kasus Balita Gizi Buruk
BIla ditemukan balita yang dicurigai gizi buruk dari masyarakat, segera lakukan :
- Penimbangan berat badan secara teratur
- Pengukuran panjang /tinggi badan dan/atau pemeriksaan tanda khusus
- Pembandingan hasil pengukuran dengan buku rujukan penilaian status gizi menurut BB/TB
- Bila kategori BB/TB sangat kurus dan/atau lebih dari satu tanda klinis, maka balita disebut gizi buruk.
5. Perawatan Kasus Balita Gizi Buruk
Kasus balita gizi buruk dirawat sesuai prosedur tetap yang berlaku di puskesmas, kemudian dilakukan rujukan segera ke pusat pelayanan gizi/Rumah Sakit terdekat.
(dirangkum dari Brosur Pedoman Petugas, Direktorat Bina Gizi Masyarakat-Puslitbang Gizi, Depkes, 2007)
